About

halluuu,,, kenalin,,, anindithya hadir untuk membantu my prend my prend yg juga kuliah di jurusan pendidikan biologi,,, monggo dinikmati pencariannya.

Bryophyta 2

Hepaticae
 
A. Bangsa Anthocerotales
Bangsa ini hanya memuat beberapa marga yang biasanya dimasukkan dalam satu suku saja, yaitu suku Anthoceotaceae. Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid. Susunan talusnya masih sederhana. Sel-selnya hanya mempunyai satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar, hingga mengingatkan kita pada kloroplas sel-sel ganggang. Pada sisi bawah talus terdapat stroma dengan 2 sel penutup yang berbentuk ginjal. Stroma itu kemudian hampir selalu terisi dengan lendir.
Beberapa anteredium terkumpul dalam satu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula dengan arkegoniumnya. Zigot mula-mula membelah menjadi dua sel dengan suatu dinding pemisah melintang. Sel yang ada di atas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang di bawah membelah-belah merupakan kaki sporogonium. Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk seperti rizoid, melekat pada talus gametofitnya. Bagi sporogonium, kaki itu berfungsi sebagi alat penghisap. Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tandu, panjangnya 10-15 cm. Jika telah masaknmka akan pecah seperti buah polongan. Sepanjang poros bujurnya terdapat jaringan yang terdiri atas beberapa deretan sel-sel mandul yang dinamakan kolumela. Kolumela ini diselubungi oleh jaringan yang kemudian akan menghasilkan spora yang disebut arkespora.
Berbeda dengan lumut hati lainnya, masaknya kapsul spora pada sporogonium itu tidak bersama-sama, akan tetapi dimulai dari atas dan berturut-turut sampai pada bagian bawahnya. Dinding sporogonium mempunyai stoma dengan dua sel penutup, dan selain itu sel-selnya mengandung kloroplas.
Anthocerotales hanya terdiri atas 1 suku, yaitu Anthocerataceae, yang mencakup antara lain
ü  Anthoceros fusiformis,
ü  Anthoseros laevis, dan
ü  Notothylus valvata.
Gb. Anthocerotales laevis

B.       Bangsa Marchantiales
Talus seperti pita memiliki lebar kira-kira 2cm, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol.
Pada sisi bawah talus terdapat selapis sel-sel yang menyerupai daun yang dinamakan sisik-sisik perut atau sisik-sisik ventral. Selain itu pada sisi bawah talus terdapat rizoid-rizoid , yang bersifat fototrof negatif dan dinding selnya mempunyai penebalan ke dalam yang bentuknya seperti sekat-sekat yang tidak sempurna.
Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula, oleh sebab itu hampir tak mungkin dilalui air. Jika dilihat dari atas , talus kelihatan berpetak-petak. Di bawah tiap-tiap petak di dalam talus terdapat suatu ruang udara, dan di tengah petak terdapat suatu liang udar yang menghubungkan ruang udar tadi dengan dunia luar. Liang udara itu berbentuk seperti tong dan mempunyai dinding yang lebih tinggi dari permukaan talus untuk mencegah masuknya air. Dinding liang itu terdiri atas 4 cincin, masing-masing cincin terdiri atas 4 sel. Pada dasar ruang udara terdapat sel-sel yang mengandung kloroplas.





Sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil atau sangat miskin akan klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan, sebagian mengandung minyak. Pada sisi bawah parenkim, tempat penimbunan makanan cadangan tersebut tertutup oleh selapis sel-sel. Pada sisi atas rusuk tengah, umumnya terdapat badan-badan seperti piala dengan tepi yang bergigi, yang merupakan piala eram atau keranjang eram, dengan di dalamnya sejumlah kuncup-kuncup eram. Badan-badan tersebut berguna sebagai alat pembiakan vegetatif bagi gametofit.
Gametangium Marchantiales didukung oleh suatu cabang talus ini tergulung, merupakan suatu tangkai. Didalam gulungan itu terdapat suatu saluran dengan benang-benang rizoid. Bagian ats cabang tadi berulang-ulang mengadakan percabangan menggarpu, hingga akhirnya membentuk suatu badan seperti bintang. Tempat anteridium dan arkegonium terpisah, jadi Marchantiales berumah dua. Pendukung anteridum dinamakan anteridiofor, pendukung arkegonium disebut arkegoniofor.
Pendukung gametangium jantan menyerupai suatu tangkai dengan suatu cakram bertoreh delapan pada ujungnya. Pada sisi atas cakram itu terdapat ruang-ruang berbentuk botol yang bermuara pada permukaan atas dengan sebuah liang yang kecil. Ruang-ruang itu berisi anteridium dan satu sama lain terpisah oleh jaringan yang mengandung ruang-ruang udara.
Pendukung gametangium betina berakhir dengan suatu badan berbentuk bintang. Kaki-kaki bintang itu biasanya berjumlah 9, tepinya berlipat kebawah, sehingga sisi atas bagian yang mendukung arkegonium itu menghadap ke bawah pula. Akibatnya arkegonium seakan-akan terdapat pada sisi bawah badan yang berbentuk bintang tadi. Letak arkegonium pada pendukungnya berderetan menurut arah jari-jari.
Tiap baris diselubungi oleh selaput yang bergigi yang dinamakan periketium. Tiga sel terdapat di pinggir, sedang yang satu di tengah-tengah lalu membelah lagi melintang, membentuk sel tutup dan sel dalam. Ketiga sel yang di pinggir itulah yang selanjutnya membelah-belah menjadi dinding perut dan leher arkegonium. Dari sel dalam akhinya terbentuk sel telur, sel saluran perut, dan sel-sel saluran leher.
Pembuahan berlangsung dalam cuaca hujan. Oleh percikan air hujan cairan yang mengandung spermatozoid terlempar dari anteridiofor ke arkegoniofor. Sel-sel epidermis badan pendukung arkegonium mempunyai papila dan membentuk suatu kapilar pada permukaan alat tersebut, yang memudahkan tergelincirnya spermatozoid masuk ke dalam arkegonium. Spermatozoid itu bereaksi kemotakis terhadap zat putih telur.
Setelah selesai pembuahan, zigot berkembang menjadi embrio yang terdiri ats banyak sel, dan akhirnya merupakan suatu sporogonium bertangkai pendak, kecil, berbentuk jorong, dan berwarna hijau. Seperti pada Anthocerotales, sel teratas hasil pembelahan zigot yan pertama, akhirnya berkembang menjadi kapsul spora. Sel yang bawah berkembang menjadi kaki dan tangkai sporogonium. Karena ada dinding-dinding perikrinal, sel-sel dalam kapsul dapat dibedakan dalam sel-sel dinding dan jaringan arkespora yang ada di dalam. Tiap sel arkespora membelah menjadi dua sel, yang sempit (kecil), yang lainnya lebar. Sel anakan yang lebar itu ada yang langsung merupakan sel induk spora, ada yang membelah lagi beberapa kali sebelum menjadi sel induk spora. Sel yang kecil tumbuh menjadi sel-sel yang panjang berbentuk seperti serabut, berdinding lunak, tetapi mempunyai penebalan-penebalan berbentuk spiral yang dinamakan elatera.
Pada marchantia kapsul spora itu mempunyai dinding yang terdiri ats selapis sel, dengan penebalan-penebalan seperti serabut. Kapsul spora mula-mula masih diselubungi oleh bekas dinding arkegonium yang ikut terangkat pada perkembangan sporogonium. Kapsul spora Marchantiales dapat menghasilkan beberapa ratus spora. Spora itu jika jatuh di tempat yang cocok akn menjadi kecambah dalam bentuk protonema yang mengandung klorofil, dan selanjutnya berkembang.
Suku Marchantiaceae dengan contoh-contoh :
ü  Marchantia polymorpha
ü  Marchantia geminata
ü  Reboulia hemisphaerica
Suku Ricciaceae, dengan contoh-contoh antara lain :
ü  Riccia fluitans
ü  R. nutans
ü  R. trichocarpa
Riccia fuitans

C.       Bangsa Jugermaniales
Bangsa ini meliputi kurang lebih 900 jenis Hepaticae. Bentuk-bentuk tubuh yang masih sederhana sangat menyerupai Marchantia, talus berbentuk pita, sempit dan bercabang-cabang menggarpu. Sebaliknya ada pula yang rusuk tengah talusnya telah memberi kasan seperti batang dengan bagian-bagian talus ke samping yang telah menyerupai daun-daun.
Bangsa ini kebanyakan telah mempunyai semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsiventral. Bagian-bagian serupa daun kecil itu telah mempunyai ibu tulang, tetapi bagian yang serupabatang belum mempunyai berkas pembuluh pengangkutan.
Berbeda dengan lumut hati lainnya, pada Jungermaniales tidak kita dapatkan mulut-mulut daun. Perkembangan anteridium dan perkembangan permulaan embrionya pun sedikit menyimpang. Pada Jungermaniales yang tubuhnya bersifat talus, arkegoniumnya dikelilingi oleh bagian-bagian yang mempunyai bentuk yang khusus
Pronema Jungermaniales hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif, dengan di atasnya tumbuhan lumutnya yang hanya mempunyai sedikit saja bagian seperti daun yang mendukung alat-alat kelaminnya.
Berbeda dengan Marchantia, pada Jungermaniales ini kapsul spora mempunyai tangkai. Sporogonium telah selesai terbentuk sebelum tangkai memanjang dan menembus dinding arkegonium. Kapsul spora yang terdapat pada pangkal ujung tangkai berbentu bulat, dan jika sudah masak membuka dengan 4 katub. Pecahnya kapsul spora disebabkan oleh dya kohesi air dalam sel-sel yang menguap dengan disertai berkerutnya dinding yang tidak menebal.
Menurut duduknya sporogonium, Jungermaniales dibedakan dalam 3 suku yaitu :
ü  Suku Anacrogynaceae, ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukkan arkegonium, sporogonium terdapat pada sisi punggung. Yang tergolong dalam suku ini antara lain :
o   Pellia epiphylla, talus menyerupai Marchantia, hidup di atas tanah-tanah yang basah
o   Metzgeria furcata, talus berbentuk pita yang sempit, bercabang-cabang menggarpu, hidup pada batang-batang pohon-pohonan atau di atas batu-batu cadas.