About

halluuu,,, kenalin,,, anindithya hadir untuk membantu my prend my prend yg juga kuliah di jurusan pendidikan biologi,,, monggo dinikmati pencariannya.

cestoda dan trematoda

Parasitologi

Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari jasad – jasad yang hidup untuk sementara atau yang tetap di dalam atau pada permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil makanan sebagian atau seluruhnya dari jasad itu.

Dalam mempelajari parasitologi perlu mengetahui istilah – istilah berikut :

a. Parasitisme

Suatu hubungan timbal balik yang dalam hal tersebut, satu jenis jasad mendapat makanan dan lindungan jasad lain yang dirugikan dan mungkin dibunuhnya.

b. Hospes

Menurut jenisnya, hospes dibedakan menjadi:

1. Hospes definif ( final hospes )

Tempat parasit hidup, tumbuh menjadi dewasa dan berkembangbiak secara seksual.

2. Hospes perantara ( hospes intermedial )

Tempat parasit tumbuh menjadi bentuk infektif yang siap ditularkan kepada manusia.

3. Hospes reservoir

Hewan yang mengandung parasit dan merupakan sumber infeksi bagi manusia.

4. Hospes paratenik

Hewan yang mengandung stadium infektif parasit tanpa menjadi dewasa dan stadium infektif ini dapat ditularkan dan menjadi dewasa pada hospes definitive.

5. Hospes vector

Jasad yang menularkan parasit pada manusia dan hewan secara aktif

c. Zoonis

Adalah penyakit hewan yang dapat ditularkan kepada manusia.

Hal penting lainnya adalah siklus hidup yang dapat dibedakan menjadi:

- Direct life cycle ( siklus hidup langsung )

- Indirect life cycle ( siklus hidup tidak langsung )

- Infection ( menginfeksi )

- Infestation ( terinfeksi )

Helmintologi

Helmintologi adalah ilmu yang mempelajari parasit yang berupa cacing. Dalam ilmu helmintologi, taksonominya dibagi menjadi dua yaitu Platyhelminthe dan Nemathelminthes. Platyhelminthes selanjutnya dibagi lagi menjadi kelas Trematoda dan kelas Cestoda.

Trematoda

Trematoda adalah cacing daun, bentuk badan cacing dewasa pipih dorsoventral dan simetri bilateral, tidak mempunyai rongga badan, umumnya hermaprodit kecuali cacing Schistosoma, memiliki batil isap, mulut dan perut. Trematoda terbagi menjadi monogenea, aspidogastrea, dan digenea. Yang menjadi parasit pada manusi adalah subkelas digenea.

Menurut tempat hidup cacing dewasa dalam tubuh hospes, maka trematoda dapat dibagi menjadi :

a. Trematoda hati

1. Clonorchis sinensis

Cacing ini pertama kali ditemukan oleh McConnell tahun 1974 di saluran empedu pada seorang Cina di Kalkuta.

Yang menjadi hospesnya adalah manusia, anjing, kucing, beruang kutub dan babi, sedangkan penyakitnya disebut klonorkiasis.

Berukuran 10-25 mm x 3-5 mm, bentuknya pipih lonjong, menyerupai daun. Telur berukuran 30 x 16 mikron, bentuknya seperti bola lampu pijar dan berisi mirasidium.

Parasit ini dapat menyebabkan infeksi saluran empedu dan penebalan dinding saluran, radang sel hati, lebih parah dapat mengakibatkan sirosis hati disertai asites dan edema. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan prazikuantel.

2. Opistorchis felineus

Penyakit yang disebabkannya disebut opistorkiasis dengan hospes kucing, anjing, dan manusia. Ditemukan di Eropa Tengah, Selatan dan Timur, Asia, dan India.

Cacing dewasa berukuran 7 -12 mm, mempunyai batil isap perut dan batil isap mulut. Bentuknya spereti lanset, pipih dorsal ventral. Infeksi terjadi dengan makan ikan yang mengandung metaserkaria dan dimasak kurang matang,

3. Opistorchis viverrini

Ditemukan di daerah endemic muangthai. Infeksi terjadi karena makan ikan yang dimasak kurang matang. Selain itu juga berhubungan dengan cara pengawetan ikan yang menjadi hospes perantara O. viverrini.

4. Faciola hepatica

Hospes cacing ini adalah kambing dan sapi. Penyakitnya disebut fasioliasis. Tersebar di Amerika Latin, Perancis dan negara sekitar Laut tengah.

Cacing hati mempunyai ukuran panjang 2,5 – 3 cm dan lebar 1 - 1,5 cm. Pada bagian depan terdapat mulut meruncing yang dikelilingi oleh alat pengisap, dan ada sebuah alat pengisap yang terdapat di sebelah ventral sedikit di belakang mulut, juga terdapat alat kelamin. Bagian tubuhnya ditutupi oleh sisik kecil dari kutikula sebagai pelindung tubuhnya dan membantu saat bergerak.

b. Trematoda usus

1. Keluarga Fasciolidae

Ditemukan oleh Busk ( 1843 ) pada tubuh manusia. Hospes cacing ini adalah manusia, babi, kelinci, dan anjing. Penyakit yang disebabkannya disebut fasiolopsiasis. Berukuran panjang 2-8 cm dan lebar 0,8-2 cm, bentuknya agak lonjong dan tebal, biasanya kutikulum ditutupi duri – duri kecil yang letaknya melintang.

2. Keluarga Echinostomatidae

Ditemukan lebih dari 11 spesies, cacing ini memilih hospes manusia, anjing, burung, ikan dan lain – lain. Penyakitnya disebut ekinostomiasis. Ditemukan di Indonesia, Cina, Filipina, dan India. Ciri khasnya adalah duri – duri leher dengan jumalah antara 37-51 buah. Berbentuk lonjong berukuran panjang antara 2,5-15 mm. dapat mengakibatkan kerusakan ringan pada mukosa usus dan infeksi terjadi akibat keong yang dimakan tanpa dimasak matang.

3. Keluarga Heterophyidae

Perrtama kali ditemukan oleh Bilharz ( 1851 ). Yang menjadi hospes kebanyakan adalah pemakan ikan. Berukuran sangat kecil dengan batil isap perut dan batil isap kelamin.

c. Trematoda paru

1. Paragonimus westermani

Manusia dan hewan yang memakan ketam atau udang batu merupakan hospes cacing ini. Banyak ditemukan di RRC, Taiwan, Korea, Jepang, Filipina, Vietnam, Thailand, India, Malaysia, dan Amerika latin.

Bentuknya bundar lonjong dengan ukuran 4-6 mm dan berwarna coklat tua.

d. Trematoda darah

1. Schistosoma

Pada manusia ditemukan 3 spesies penting, yaitu Schistosoma japonicum, Schistosoma mansoni, dan Schistosoma haematobium. Hospes definitif adalah manusia. Berbagai macam binatang dapat berperan sebagai hospes reservoar. Pada manusia, cacing ini menyebabkan penyakit skistosomiasis atau bilharziasis.

Cacing dewasa jantan berwarna kelabu atau putih kehitam-hitaman, berukuran 9,5-19,5 mm x 0,9 mm. Badannya berbentuk gemuk bundar dan pada kutikulumnya terdapat tonjolan halus sampai kasar, tergantung spesiesnya. Di bagian ventral badan terdapat tonjolan halus sampai kasar, tergantung spesiesnya. Di bagian ventral badan terdapat canalis gynaecophorus, tempat cacing betina, sehingga tampak seolah-olah cacing betina ada di dalam pelukan cacing jantan. Cacaing betina badannya lebih halus dan panjang, berukuran 16,0-26,0 mm x 0,3 mm.

i. Schistosoma Japonicum

Hospesnya adalah manusia dan berbagai macam binatang seperti anjing, kucing, rusa, tikus sawah (rattus), sapi, babi rusa, dan lain-lain. Cacing ini ditemukan di RRC, Jepang, Filipina, Taiwan, Muangthai, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Cacing dewasa jantan berukuran kira-kira 1,5 cm dan yang betina kira-kira 1,9 cm, hidupnya di vena mesenterika superior. Telur ditemukan di dinding usus halus dan juga di alat-alat dalam seperti hati, paru, dan otak. Kelainan tergantung dari beratnya infeksi. Kelainan yang ditemukan pada stadium I adalah gatal-gatal (uritikaria). Gejala intoksikasi disertai demam hepatomegali dan eosinofilia tinggi.

ii. Schistoma Mansoni

Hospes definitif adalah manusia dan kera baboon di Afrika sebagai hospes reservoar. Pada manusia cacing ini menyebabkan skistosomiasi. Cacing ini ditemukan di Afrika, berbagai negara Arab (Mesir), Amerika Selatan dan Tengah.

iii. Schistosoma Haematobium

Hospes definitif adalah manusia. Cacing ini menyebabkan skistosomiasis kandung kemih. Baboon dan kera lain dilaporkan sebagai hospes reservoar. Cacing ini ditemukan di Afrika, Spanyol, dan berbagai negara Arab (Timur Tengah, Lembah Nil); tidak ditemukan di Indonesia. Cacing dewasa jantan berukuran kira-kira 1,3 cm dan yang betina kira-kira 2,0 cm. Hidupnya di vena panggul kecil, terutama di vena kandung kemih. Kelainan terutama ditemukan pada dinding kandung kemih. Gejala yang ditemukan adalah hematuria dan disuria bila terjadi sistitis. Sindroma disentri ditemukan bila terjadi kelainan di rekrum.

Cestoda

Morfologi : berukuran panjang dari beberpa melimeter sampai beberapa meter. Secara umum tubuhnya dapat dibedakan menjadi 3 bagian terdiri dari :

(1) SKOLEK (kepala)

(2) KOLUM (leher)

(3) STROBILA (badan)

SKOLEK, umumnya memiliki 4 buah alat penghisap (“sucker” = acetabula”) yang pada beberapa jenis memiliki kait (dipersenjatai) tetapi ada juga yang hanya memiliki 2 buah alat penghisap yang disebut “Bothria” yang terletak dibagian pinggir berfungsi untuk perlekatan. Pada Skolek juga bisa ditemukan bagian yang menonjol disebut ROSTELUM yang pada beberapa jenis juga dilengkapi dengan kait (dipersenjatai), serta fungsinya juga untuk perlekatan. Bentuk Kait sangat bervariasi, tetapi secara umum terdiri dari sebuah tangkai, sebuah prisai dan sebuah mata kait.

KOLUM, ukurannya pendek dan tidak bersegmen, merupakan tempat terbentuknya segmen. Segmen yang baru terbentuk akan mendorong segmen yang terbentuk sebelumnya, sehingga akhirnya terbentuklah strobila.

STROBILA, tersusun oleh banyak SEGMEN dan setiap segmen disebut PROGLOTIDA.

a. Pseudophyllidea

Mempunyai skoleks 2 lekuk isap, yang termasuk cacing ini adalah Diphyllobothrium latum dan Diphyllobothrium mansoni

1. Diphyllobpthrium latum

( Taenia lata, Dibothriocephalus latus, broad tapeworm, fish tapeworm )

Cacing pita ikan dianggap sebagai spesies yang berbeda sejak 1602 oleh Plater. Manusia sebagai host definitive dengan anjing, kucing dan mamalian lainnya sebagai host reservoarnya. Parasit ini menyebabkan penyakit yang disebut difilobotriasis. Cacing dewasa yang keluar dari usus manusia berwarna gading dan panjangnya bisa sampai 10 m. cacing ini menyerap vitamin B12 sehingga timbul gejala defisiensi vitamin ini.

b. Sparganosis

Manson ( 1882 ) mendapatkan Sparganosis jaringan dari penduduk asli di Amoy ( Cina ). Manusia dapat bertindak sebagai hospes perantara kedua bila mengandung sparganum. Dalam tubuh manusia sparganum dapat mengembara di otot dan fasia, akan tetapi larva ini tidak akan menjadi dewasa. Pada hospes perantara pertama akan dibentuk procerkoid dan dalam hospes perantara kedua ditemukan plerosekoid. Manusia dapat menderita sparganosis karena meminum air yang mengandung cyclops infektif, memakan kodok atau binatang lain yang mengandung pleroserkoid, menggunakan daging kodok yang infektif untuk dijadikan obat.

c. Cyclophyllidea

Mempunyai skoleks dengan 4 batil isap. Cacing ini dikenal umum sebagai cacing pita.

1. Taenia saginata

Teridentifikasi jelas pada tahun 1782 oleh Goeze dan Leuckart. Nama penyakitnya disebut teniasis saginata. Dengan manusia sebagai hospes definitife dan pemamah biak sebagai hospes perantaranya. Cacing pita adalah cacing yang besar dengan ruas – ruas proglotid hingga 2000 buah.

2. Taenia solium

Hospes definitife cacing ini adalah manusia dan babi sebagai hospes perantaranya. Cacing ini berukuran 2 – 4 meter dan seringkali menghinggapi jaringan subkutis mata, otak, otot, jantung, paru, dan rongga perut. Penyakit yang diakibatkannya pada stadium larva disebut sistiserkosis.

3. Cacing pita yang kurang penting di Indonesia

i. ( Hymenolepis nana )

Hospesnya adalah manusia dan tikus, cacing ini menyebabkan penyakit himenolepiasis.

ii. Hymenolepis diminuta

Cacing ini juga menjadikan manusia dan tikus sebagai hospesnya. Apabila sudah dewasa, cacing ini hidup di rongga usus halus.

iii. Dipylidium caninum

Anjing dan manusia adalah hospes dari cacing ini. Dengan panjang kira – kira 25 cm, berbentuk jajaran genjang, cacing ini mempunyai 4 batil isap dan rostelum yang berkait – kait

d. Echinococcus granulosus

Rubah, serigala, anjing, kucing dan karnivore lain menjadi hospes cacing ini dan menimbulkan penyakit yang dikenal hidatidosis. Cacing dewasa berukuran 3-6 mm yang melekat pada vilus usus halus anjing dan hospes definitif lainnya.

e. Echinococcus alveolaris

Diklaim pada tahun 1883 oleh Klemm, cacing ini memilih hospes pada anjing, rubah dan karnivor lain, dibanding E. granulosus, cacing ini memiliki ukuran lebih kecil. Untuk menghindari terinfeksi cacing ini, hindari kontak dengan tinja anjing.

f. Multiceps sp.

Anjing dan karnivora lain menjadi hospes parasit ini. Penyakit pada manusia disebut senurosis. Banyak ditemukan pada negeri yang banyak peternakan dombanya.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Total Pengunjung Blog

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Blogger templates