About

halluuu,,, kenalin,,, anindithya hadir untuk membantu my prend my prend yg juga kuliah di jurusan pendidikan biologi,,, monggo dinikmati pencariannya.

" Panggih "


Nama         : Aidha Dwi T.
Angkatan : 2009 / B
Fakultas     : Pend. Biologi
Tugas         : IBD

“PANGGIH”
UPACARA PENGANTIN ADAT JAWA


Panggih adalah salah satu dari enam rangkaian adat pengantin jawa. Rangkaian upacara adat pengantin Jawa secara kronologis diuraikan dari awal sampai akhir sebagai berikut :
1.      Upacara siraman pengantin putra – putri
2.      Upacara malam midodareni
3.      Upacara akad nikah / ijab kabul
4.      Upacara panggih / temu
5.      Upacara resepsi
6.      Upacara sesudah pernikahan

Ditinjau dari segi bahasa, panggih artinya bertemu. Karena pada saat itu pengantin dipertemukan untuk menjalani serangkaian prosesi. Panggih dilaksanakan di kediaman mempelai putri, meskipun perkembangannya, hal itu sering diabaikan dan prosesi ini dilaksanakan di gedung pertemuan. Upacara ini melibatkan berbagai kelengkapan untuk melangsungkan prosesi. Setiap prosesi dan kelengkapan yang dibutuhkan mengandung makna atau mitos yang tersirat. Kelengkapan yang digunakan antara lain:

a.       Kembar mayang
b.      Daun sirih yang digulungdan diikat dengan benang putih
c.       Telur
d.      Bokor yang berisi air kembang
e.       Sindur
f.       Kantong berisi kedelai, beras kuning, uang receh, padi, jagung, kacang, bunga.
g.      Sehelai kain

Upacara ini biasanya di pimpin oleh seorang master of ceremony yang disebut ”pranata cara”. Sedangkan rangkaian acara dan makna pada tiap - tiapnya akan dipaparkan di bawah ini.
Upacara panggih harusnya tidak boleh disaksikan oleh orang tua mempelai putra. Pada awal prosesi, pengantin putra yang diiringi oleh keluarga dengan membawa kembar mayang dipertemukan dengan pengantin putri yang disertai orangtua dan keluarga yang juga membawa kembar mayang. Pembawa kembar mayang lalu saling mendekat untuk menukarkan kembar mayang. Sementara itu, kedua pengantin tetap di tempat.
Seusai menukarkan kembar mayang, pengantin saling melempar daun sirih yang telah dibawa masing – masing mempelai. Prosesi ini disebu balangan sedah. Di masa lalu dimaksudkan agar bila yang yang dilempar menghilang artinya bukan manusia. Juga terdapat mitos bahwa siapa yang terlebih dulu melempar nantinya akan lebih dominan di dalam keluarga.
Yang ketiga adalah wiji dadi. Yaitu mempelai putra menginjak telur, setelah itu pengantin putri membasuh kaki pengantin putra dengan air kembang dari bokor emas. Artinya adalah tanda bakti seorang istri pada suami.
Prosesi keempat adalah sindur binayang, bapak pengantin putri menarik kedua mempelai dengan selendang merah yang tepiannnya berhias kain putih berlekuk – lekuk ( sindur ) yang dikerukupkan pada kedua lengan mempelai. Sedangkan sang ibu mendorong dari belakang. Sindur ini bermakna bahwa orangtua membimbing anaknya dalam membina rumah tangga.
Sesampainya di pelaminan, bapak pengantin putri memangku kedua mempelai dan ibu mempelai putri bertanya mana yang lebih berat yang dijawab dengan jawaban sama beratnya oleh bapak. Prosesi timbang atau pangkon ini mengisyaratkan kasih sayang pada anak dan menantu sama beratnya. Kemudian disusul dengan prosesi tanem, yaitu bapak pengantin putri mendudukkan kedua mempelai di pelaminan. Artinya orangtua telah merestui pernikahan mereka.
Upacara berikutnya yaitu kacar – kucur. Prosesi pengantin putra menuangkan isi kantong pada sehelai kain yang dipangku pengantin putri. Bermakna bahwa suami menafkahi istri untuk dikelola dengan baik dan bertanggung jawab.
Selanjutnya adalah kembul dahar atau saling menyuapi antar mempelai. Kelak setiap rejeki yang diterima harus disyukuri bersama begitu juga dengan suka dan duka harus dilalui bersama.
Berikutnya adalah mertui. Dimana orang tua mempelai putri menjemput besannya atau orangtua mempelai putra untuk kemudian bersama – sama menuju tempat yang disediakan, biasanya di kiri dan kanan  pelaminan.
Yang terakhir yaitu sungkeman. Dilakukan dengan kedua pengantin berlutut untuk menyembah orangtuanya. Dalam hal ini bermakna bahwa kedua pengantin tetap berbakti pada orangtua sekaligus juga memohon doa restu agar selalu dirahmati oleh Yang Maha Kuasa.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Total Pengunjung Blog

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Blogger templates