Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

SERTIFIKASI GURU

A.      Pengertian Sertifikasi Guru
Kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran serta guru. Sementara itu kualitas guru sendiri dapat dipengaruhi oleh faktor kesejahteraan dan faktor profesionalisme seorang guru. Selain dua faktor di atas  juga diperlukan adanya kompetensi profesionalisme guru, peningkatan mentalitas, peningkatan loyalitas dan komitmen tenaga pendidikan.
Dalam upayanya meningkatkan mutu tenaga pegajar dan pendidik, pemerintah menyusun sebuah undang – undang yang diperuntukkan bagi guru dan dosen yang disebut UUGD ( Undang – Undang Guru dan Dosen ) yang disahkan pada tanggal 6 Desember 2010. Undang – undang yang terdiri dari 8 bab dan 84 pasal ini, di dalamnya pemerintah mengatur keprofesian guru termasuk pemberian sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
Menurut undang – undang guru dan dosen pasal 1 ayat (1), sertifikasi adalah pemberian sertifikat pendidik kepada guru dan dosen, sedangkan sertifikasi pendidik sendiri adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional.  Dan guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas.
Adapun ciri – ciri profesionalisme guru menurut Huole, C.O. dalam Suyanto (2003) adalah :
(1). Memiliki landasan pengetahuan yang kuat,
(2). Harus berdasarkan atas kompetensi individual bukan ats dasar KKN,
(3). Memiliki sistem seleksi dan sertifikasi,
(4). Ada kerjasama dan kompetisi yang sehat antar sejawat,
(5). Adanya kesadaran profesional yang tinggi,
(6). Memiliki prinsip – prinsip etik yang berupa kode etik,
(7). Memiliki sanksi profesi,
(8). Adanya militansi individual, dan
(9). Memiliki organisasi profesi.
Sedangkan menurut Mungin (2003) guru yang profesional antara lain memiliki ciri :
(1). Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang,
(2). Memiliki keterampilan membangkitkan minat peserta didik,
(3). Penguasaan pengetahuan dan teknologi yang kuat, dan
(4). Memiliki sikap profesional yang berkembang secara berkesinambungan.
Meskipun pada dasarnya peningkatan mutu guru tetap bergantung pada guru itu pribadi untuk meningkatan kemampuan dirinya dengan cara antara lain :
a.       Membaca
b.      Menulis
c.       Membuka wawasan yang luas dan legawa dalam menyikapi perkembangan IPTEK
d.      Sekolah lagi
e.       Mengikuti pelatihan
f.       Senantiasa meningkatkan iman
Namun ini membuktikan pemerintah menaruh perhatian pada peningkatan mutu dan kesejahteraan guru.
B.       Tujuan sertifikasi guru
Sertifikasi guru bertujuan antara lain untuk :
1.      Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
2.      Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan.
3.      Meningkatkan martabat guru.
4.      Meningkatkan profesionalitas guru.



C.      Manfaat sertifikasi guru
1.      Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru.
2.      Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional.
3.      Meningkatkan kesejahteraan guru.
Dengan memperoleh sertifikasi, seorang guru disebutkan akan mendapat item kesejahteraan ( Kedaulatan Rakyat, 7 – 12 – 2005 )seperti di bawah ini:
a.       Gaji pokok
b.      Tunjangan yang melekat pada gaji
c.       Tunjangan profesi
-          Satu kali gaji pokok dari APBD / APBN
d.      Tunjangan fungsional
-          Subsidi dari APBD / APBN
e.       Tunjangan khusus
-          Satu kali gaji pokok
-          Berhak atas rumah dinas ( daerah khusus )
f.       Maslahat tambahan
-          Tunjangan pendidikan
-          Ansuransi pendidikan
-          Beasiswa
-          Penghargaan
-          Pelayanan kesejahteraan
-          Kemudahan bagi putra – putri guru
-          Bentuk kesejahteran lain
g.      Hak guru di daerah khusus
-          Kenaikan pangkat rutin
-          Kenaikan pangkat istimewa satu kali
-          Perlindungan khusus





D.      Landasan hukum sertifikasi guru
Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD).
a.         Pasal 1 ayat (1) menyebutkan bahwa sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.
b.         Pasal 8: guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
c.         Pasal 11, ayat (1) menyebutkan bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.
d.        Pasal 16 ayat (1) dan (2) menyebutkan bahwa pemerintah memberikan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007.

E.       Syarat dan kriteria mengikuti sertifikasi guru
1.      Kriteria sertifikasi
a.       Berijasah S-1/D-4
b.      Dinas Kabupaten/Kota melakukan rangking calon peserta kualifikasi dengan urutan kriteria sebagai berikut:
-       masa kerja
-       usia
-       golongan (bagi PNS)
-       beban mengajar
-       tugas tambahan
-       prestasi kerja
2.      Syarat sertifikasi
Syarat mengikuti sertifikasi adalah memenuhi criteria di atas dan mengikuti uji sertifikasi, yaitu seleksi melalui tes dan materi:
-          Self aaprasial
-          Portofolio, adalah bukti fisik ( dokumentasi ) yang menggambarkan pengalaman berkarya, kreasi dan prestasi yang dicapai oleh seorang guru dalam menjalankan tugas profesi dalam interval waktu tertentu. Fungsi portofolio ialah :
(1) Wahana guru untuk menampilkan dan atau membuktikan unjuk kerjanya
(2) Informasi ( buta ) dalam memberikan pertimbangan tingkat kelayakan kompetensi seorang guru
(3) Dasar menentukan kelulusan seorang guru yang mengikuti uji sertifikasi
(4) Dasar memberikan rekomendasi bagi peserta yang belum lulus
Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan, maka ada sepuluh komponen portofolio yang dijadikan sebagai pedoman dalam meniali aktivitas seorang guru sebagai berikut:
·       kualifikasi akademik
·       pendidikan dan pelatihan
·       pengalaman mengajar
·       perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
·       penilaian dari atasan dan pengawas
·       prestasi akademik
·       karya pengembangan profesi
·       keikutsertaan dalam profesi ilmiah
·       pengalaman organisasi di bidang pendidikan dan sosial, dan
·       penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
-          Penilaian atasan dan sejawat
F.       Permasalahan yang dihadapi kebijakan sertifikasi
1.      Banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya (mismatch), yaitu guru yang mengajar mata pelajaran yang berbeda dengan bidang keahliannya, misalnya sarjana jurusan pendidikan biologi tetapi mengajar mata pelajaran matematika. Bagaimana mereka disertifikasi?
Sertifikasi bagi guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang keahliannya dapat memilih proses sertifikasi berbasis pada ijazah S1/D4 yang dimiliki, atau memilih proses sertifikasi berbasis bidang studi yang diajarkan. Jalur sertifikasi mana yang akan dipilih oleh guru, sepenuhnya diserahkan guru yang bersangkutan dengan segala konsekuensinya.
2.      Bagaimana kalau guru tersebut tidak dapat memenuhi jumlah jam wajib mengajar, misalnya untuk guru bahasa asing selain bahasa Inggris, atau guru di daerah terpencil ?
Untuk memenuhi jumlah wajib mengajar, maka seorang guru dapat melakukan: mengajar di sekolah lain yang memiliki ijin operasional Pemerintah atau Pemerintah Daerah melakukan Team Teaching (dengan mengikuti kaidahkaidah team teaching)
3.      Bagi guru dengan alasan tertentu sama sekali tidak dapat memenuhi kewajiban mengajar 24 jam misalnya guru yang mengajar di daerah terpencil, maka seperti dalam Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 pasal 6 ayat (4), guru tersebut harus mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat yang ditunjuk.
4.      Apakah kepala sekolah juga harus disertifikasi ?
Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah juga harus mengikuti sertifikasi. Kewajiban mengajar kepala sekolah adalah 6 jam tatap muka dan wakil kepala sekolah 12 jam tatap muka. Idealnya kepala sekolah dan wakil kepala sekolah harus memperoleh sertifikat pendidik lebih dahulu, agar jadi contoh yang baik bagi guru yang lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar