About

halluuu,,, kenalin,,, anindithya hadir untuk membantu my prend my prend yg juga kuliah di jurusan pendidikan biologi,,, monggo dinikmati pencariannya.

PTERIDOPHYTA


A.                Divisi Pteridophyta

Pteridophyta merupakan tumbuhan paku yang tergolong dalam tumbuhan kormus berspora.Yang berarti adalah tumbuhan yang menghasilkan spora dan memiliki susunan daun ymg umumnya membentuk bangun sayap pada pucuk tumbuhan terdapat bulu - bulu. Tumbuhan ini disebut Pteridophyta yang berasal dari bahasa Yunani.
Pteridophyta diambil dari kata pteron yang berarti sayap, bulu dan phyta yang berarti
tumbuhan.

Klasifikasi Tumbuhan Paku  :
      Kerajaan          : plantae
      Divisi               : Pteridophyta
      Kelas               :
a.       Psilophytinae
b.       Lycopodiinae
c.       Equisetina,
d.       Fillicinae

Ciri – ciri Pteridophyta:
A.    Morfologi
a.       Akar
            Bersifat  seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra.
2.      Batang
            Batangnya bercabang-cabang,  ada yang berkayu dan  mempunyai tinggi hampir 5 meter , serta sudah mempunyai pembuluh xilem dan floem.
            Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah, mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m.
3.      Daun
            Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut pinna. Jika diperhatikan pada permukaan bagian daun (frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora. Gambar di samping ini menunjukkan sporangia yang tergabung dalam struktur sorus (jamak sori).
Adapun struktur sorus adalah bagian luar dari sorus berbentuk selaput tipis yang disebut indusium. Bagian dalam sorus terdapat kumpulan sporangium yang didalamnya berisi ribuan spora.


Ditinjau dari fungsinya, dibedakan menjadi :
  1. Tropofil          : daun khusus untuk fotosintesis dan tidak menghasilkan spora. Disebut juga daun steril.
  2. Sporofil          : daun penghasil spora. Disebut juga daun fertil.
  3. Trofosporofil : pada satu tangkai daun, anak-anak daun ada yang menghasilkan spora namun ada pula yang tidak. Tetapi daun ini juga bisa melakukan fotosintesis. Disebut juga daun steril.

B.     Habibat
Ø  Habitatnya di darat, terutama pada lapisan bawah tanah didataran rendah , tepi pantai , lereng gunung , 350 meter diatas permukaan laut terutama di daerah lembab.
Ø  Bersifat saprofit dan ada juga yang bersifat epifit (menempel) pada tumbuhan lain.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan paku :
      Kadar air dalam tanah
      Kadar air dalam udara
      Kandungan hara mineral dalam tanah
      Kadar cahaya untuk fotosintesis
      Suhu yang optimal
      Perlindungan dari angin
C.     Reproduksi
1.      Aseksual (Vegetatif)
            Dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora.
a.       Seksual (Generatif)
            Melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat – alat kelamin (gametogonium).  Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina (arkegonium) menghasilkan sel telur (ovum). Seperti halnya tumbuhan lumut , tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).
Daur hidup tumbuhan paku :

Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga golongan yaitu :
1) Paku Homospora (isospora)
            Menghasilkan satu jenis spora , misalnya Lycopodium (paku kawat). Spora dari paku ini dikenal sebagai 'lycopodium powder' yang dapat meledak di udara apabila terkumpul dalam jumlah cukup banyak dan pada jaman dulu digunakan sebagai lampu kilat untuk pemotretan.
Daur hidup paku homospora :








2) Paku Heterospora
            Menghasilkan dua jenis spora yang berlainan; yaitu mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin betina, misalnya : Marsilea (semanggi), Selaginella (paku rane).
Daur hidup paku heterospora :









3) Paku Peralihan
            Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).
Daur hidup paku peralihan :









Pteridophyta dibagi menjadi empat kelas yaitu :
A.    Kelas Psilophytinae (Paku Purba)

Klasifikasi Psilophytinae
      Kerajaan         : Plantae
      Divisi               : Pteridophyta
      Kelas               : Psilophytinae
      Bangsa            :
            1. Psilophytales (paku telanjang)
                Suku :
a.       Rhyniaceae,
b.      Asteroxylaceae,                                          
c.       Pseudosporochnaceae
2.      Psilotales

Ciri-ciri Psilophytinae :
-          tidak punya akar yang sejati dan daun yang sejati.
-          Paku purba yang memiliki daun, umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik.
-          Batang bercabang dengan tinggi 30 cm hingga 1 m yang mengandung xilem dan floem.
-          Cabang batang mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis.
-          Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang  terdapat di sepanjang cabang batang.
-          tiap butir homospora yang jatuh berkembang menjadi dua gametofit kecil yang membentuk antheridia (gamet jantan) dan archegomia (gamet betina), fertilisasi dilakukan oleh sperma / antheridia yang berenang-renang menuju ke sel telur / archegonia, karena tumbuhan ini hidup pada habitat basah. Gametofitnya bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi.
Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun (Rhynia
dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).

Kelas Psilophytinae dibagi menjadi beberapa bangsa yaitu :
1.      Bangsa Psilophytales (Paku Telanjang)

Ciri-ciri Psilophytales :
·         Ditemukan sekitar 350 juta tahun yang lalu dalam zaman Silur akhir dan Devon sebagai semak-semak.
·         Paku telanjang merupakan tumbuhan paku yang paling rendah tingkat perkembangannya, yaitu belum berdaun dan berakar.
·         Batang sudah mempunyai berkas pengangkut, bercabang-cabang menggarpu dengan sporangium di ujung-ujung cabang.
·         Belum diketahui gametofitnya.
·         Hidup di tempat yang dekat dengan air saja.

Bangsa Psilophytales dibagi menjadi beberapa suku yaitu :
a.       Suku Rhyniaceae (Paku Purba Tidak Berdaun )
Ciri-ciri Rhyniaceae :
  Tinggi mencapai ± ½ meter.
  Batang dalam tanah membentuk cabang yang tumbuh tegak lurus ke atas (horisontal).
  Tidak punya akar, melainkan hanya rizoid yang hampir sama dengan rimpang tumbuhan tinggi.
  Cabang menggarpu tidak berdaun dan mempunyai mulut kulit yang berfungsi sebagai alat asimilasi.
  Berkas pengangkut terdiri atas trakeida yang menebal membentuk cincin / spiral tersusun, yang merupakan protostele.
  Sporangium relatif besar dan terdapat pada ujung-ujung cabang.
  Contoh : Rhynia major, Taeniocrada deeheniana dan Zosterophyllum australianum, yang sebagian hidup di air yang dangkal.

b.      Suku Asteroxylaceae
Ciri-ciri Asteroxylaceae :
  Tinggi bisa mencapai 1 meter.
  Batangnya berdiameter 1 cm.
  Memiliki penonjolan dengan panjang beberapa mm dan disebut mikrofil.
  Beberapa jenis ada yang memiliki berkas pengangkut dan ada pula yang tidak.
  Pada penampang lintang, stele di dalam batang berbentuk bintang.
  Contoh : Asteroxylon mackei dan Asteroxylon elberfeldense.

c.       Suku Pseudosporochnaceae

Ciri-ciri Pseudosporochnaceae :
·         Tinggi kurang dari 1 meter.
·         Pada ujung sumbu pokok yang tidak beruas muncul sejumlah dahan yang sedikit bercabang menggarpu, tetapi akhirnya menjadi ranting-ranting kecil yang menggarpu.
·         Pada ujungnya terdapat spornagium yang berbentuk gada.
·         Pada akhir percabangan ada bagian yang yang melebar dan yang tidak fertil berguna untuk asilimilasi.
·         Contoh : Pseudosporochnus krecjii.

2.      Bangsa Psilotales

Ciri-ciri Psilotales :
·         Tidak berakar.
·         Mempunyai tunas-tunas tanah dengan rizoid-rizoid.
·         Pada batang terdapat mikrofil yang berbentuk sisik dan tidak bertulang.
·         Sporangium terletak diantara taju-taju sporofil.
·         Memiliki protalium yang besarnya hanya beberapa cm berbentuk silinder dan bercabang, serta hidup di dalam tanah yang bersimbiosis dengan cendawan mikoriza.
·         Pada permukaan terdapat anteridium yang punya banyak ruang dan mengeluarkan spermatozoid, sedangkan arkegonium kecil.
·         Protalium besar dan ada yang memiliki berkas pengangkut dengan trakeida cincin berkayu.
·         Contoh : Psilotum nudum (di pulau Jawa), Psilotum triquetrum (di daerah tropika), Tmesipteris tannesis (di Australia).
 
Peranan Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan Manusia :

}  Tanaman hias : Adiantum  sp (suplir), Platycerium (paku tanduk rusa), Asplenium (paku sarang burung), Nephrolepis, Alsophoila (paku tiang) , paku rane (selaginella sp).
}  Bahan obat : Equisetum (paku ekor kuda) untuk antidiuretik (lancar seni), Cyclophorus  untuk obat pusing dan obat luar, Dryopteris untuk obat cacing pita, Platycerium bifurcata untuk obat tetes telinga luar, dan Lycopodium untuk antidiuretik dan pencahar lemah dari sporanya.
}  Bahan sayuran : Marsilea crenata (semanggi), Pteridium aquilinum (paku garuda).
}  Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga : Lycopodium cernuum.
}  Gulma pertanian : Salvinia natans (kayambang), pengganggu tanaman padi.

Perbedaan Bryophyta dan Pteridophyta

No
Ciri-ciri
Bryophyta
Pteridophyta
1
Ukuran
Sangat kecil, biasanya tidak lebih dari 15 cm.
Beberapa panjangnya 12 cm dan ada yang mencapai 1 m.
2
Struktur tubuh
Memiliki rizoid, berdaun sisik, dan tidak memiliki batang.
Memiliki akar, batang dan daun sejati.
3
Jaringan pembuluh
Tidak ada
Ada yaitu xylem dan floem
4
Fase dominan
Fase gametofit
Fase sporofit
5
Fase sporofit
Sporogonium
Tumbuhan paku
6
Fase gametofit
Tumbuhan lumut
Protaluim
7
Tumbuhan dewasa
Berupa gametofit
Berupa sporofit
8
Gametofit dewasa
Talus sederhana hidup bebas dan dapat berfotosintesis, memiliki rizoid dan struktur seperti daun.
Protalus, tidak menarik, hidup bebas dan dapat berfotosintesis.
9
Sporofit dewasa
Tergantung pada gametofit, mempunyai kapsul, seta dan kaki.
Bentuk yang menonjol. Memiliki akar, batang dan daun sejati.


Share:

1 komentar:

Total Pengunjung Blog

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Blogger templates