Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Lumut Daun ( Musci )


Briofita merupakan lumut yang paling banyak dikenal. Hamparan lumut sering
terdapat di tempat - tempat yang lembap. Siklus hidup briofita mengalami pergantian
antara generasi haploid dan diploid. Sporofit pada umumnya kecil, berumur pendek dan tergantung pada gametofit.
 
Lumut sejati juga disebut dengan lumut daun atau bryopsida. Kurang lebih terdapat 12.000 jenis lumut daun yang ada di alam ini. Lumut daun dapat tumbuh di tanah-tanah gundul yang secara periodik mengalami kekeringan, di atas pasir bergerak, di antara rumput-rumput, di atas batu cadas, batang pohon, di rawa-rawa, dan sedikit yang terdapat di dalam air.
Di daerah kering, badan lumut ini dapat berbentuk seperti bantalan, sedangkan yang hidup di tanah hutan dapat berbentuk seperti lapisan permadani. Lumut di daerah lahan gambut dapat menutupi tanah sampai
beribu kilometer.
Lumut ini hampir tidak pernah mengisap air dari dalam tanah, tetapi justru banyak melindungi tanah dari penguapan air yang terlalu besar. Lumut daun merupakan tumbuhan yang berdiri tegak, kecil, dan letak daunnya tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral. Pada tempat yang sesuai, spora akan berkecambah membentuk protonema. Protonema ini terdiri atas benang berwarna hijau, fototrof, bercabang-cabang, dan dapat dilihat dengan mata biasa karena mirip seperti hifa cendawan.
Dari protonema, muncul rizoid yang masuk ke dalam tanah. Pada keadaan cukup cahaya, protonema akan membentuk
kuncup yang dapat berkembang menjadi tumbuhan lumut. Terjadinya kuncup diawali dengan adanya tonjolan-tonjolan ke samping pada cabang protonema. Lama-kelamaan pada ujungnya akan terjadi sel berbentuk piramida yang meristematik. Jika sel piramida terputus, akan tumbuh anakan baru dari sel tersebut.
Terbentuknya banyak kuncup menyebabkan tumbuhan lumut tersusun seperti rumpun. Alat kelamin Musci terkumpul pada ujung batang atau ujung cabang dan dikelilingi oleh daun paling atas. Ada yang berumah satu dan ada yang berumah dua.
Pada Musci, kapsul sporanya memiliki kolumela yang terletak di tengah dan dikelilingi oleh ruang yang berisi spora. Pada sporogonium muda, ruang sporanya diselimuti oleh jaringan asimilasi dan dibatasi oleh epidermis dari udara luar. Kolumela inilah yang berfungsi sebagai pemberi makanan dan penyimpan air bagi spora yang baru terbentuk. Di bawah kapsul spora terdapat mulut kulit. Susunan kapsul yang telah masak sangat khusus.
Hal ini ditandai dengan mudahnya kapsul pecah sehingga spora terhambur keluar. Dengan bantuan seta, kapsul dapat terangkat sehingga spora yang terhambur mudah tertiup angin. Perkembangan embrio lebih cepat dari perkembangan dinding sel arkegonium sehingga embrio bertambah panjang dan menyebabkan robeknya dinding arkegonium. Bagian atas yang tetap menyelubungi kapsul spora disebut kaliptra dan bagian bawahnya sebagai sarung pada pangkal seta yang
disebut vaginula.

A.    Pembagian Musci
Musci dibedakan menjadi 3 subkelas yaitu  : 
1.      Sub Kelas Spanobrya = Sphagnidae
merupakan sub kelas yang paling primitive dalam kelas Bryopsidae bangsa ini hanya terdiri atas 1 ordo yaitu Spagnales. Yang tergolong 1 famili yaitu Spagnaceae dan 1 genus yaitu Spagnum. Marga ini meliputi sejumlah besar jenis lumut yang kebanyakan hidup ditempat0tempat yang berrawa dan membentuk rumpun/bantalan yang dari atas tiap-tiap tahun tampak bertambah luas. Sedang bagian-bagian bawah yang ada dalam air mati dan berubah menjadi gambut.
    Ciri-cirinya  : 
1.      Protonema berbentuk daun kecil, tiap protonema hanya akan membentuk gametopora,
2.      gametopora terdiri dari batang-batang yang bercabang dengan daun-daun dan gametoporatidak mempunyai rizoid.
3.      sporangium mempunyai kaki yang lebar, seta hanya berupa lekukan antara kaki dari kapsul. Tidak terdapat peristom pada kapsul

    2..    Sub Kelas Andreaobrya : Andreaeaidea
Bangsa inbi hanya terdiri dari 1 ordo saja yaitu ordo Andreaeales dan 1 famili yaitu famili Andreaeaceae dengan 2 genus yaitu Andreaea Neuroloma
Cirri-cirinya:
1.      Protonema berbentuk seperti batang / pita yang bercabang
2.      Daun-daun tersusun spiral rapat dan menutupi batang
3.      Gametangium terdapat pada ujung cabang terdiri anteridium dan arkegonium terdapat cabang yang berbeda
4.      Sporangium terdiri dari kaki dan kapsul
5.      Kolumua diselubungi oleh jaringan sporogen.
 
Gambar : Andreaeaidea

  3.Sub Kelas Eurbya : Brydea
Merupakan sub kelas terbesar dari lumut dan sering dinamakan lumut sejati
Cirri-ciri:
1.      Protonema hamper selalu berbentuk benang yang bercabang berwarna hijau, protonema mengeluarkan rizoid yang tidak berwarna
2.      Gametafora selalu dengan jelas dapat dibedakan antara batang dengan daun-daun.
3.      Sporangium terdiri dari kapsul, kaki dan seta.

 
Gambar : Eurbya

Menurut cara pertumbuhanya Bryidea dibedakan atas 2 type yaitu:
1.      Yang tumbuh Ortotrop
2.      Yang tumbuh Plagiotrop
Antara kedua golongan itu selain cara tumbuhnya yang berlainan masih pula perbedaan-perbedaan lain:
·         Pada yang tumbuh ortotrop pertumbuhanya diakhiri dengan pertumbuhan arkegorium dan sporogonium yang terdiri dari arkegonium itu berdiri pada ujung batang lumut, oleh sebab itu lumut itu dinamakan lumut yang akrokrap
·         Pada yang tumbuh plagiotrop, batang pokonya mempunyai pembentukan yang tidak terbatas dan arkegonium serta arkegoniumnya terdapat pada cabang-cabang pendek, lumut-lumut ini juga disebut lumut yang Plerokarp.
Dalam mengkalasifikasikan Bryales lebih lanjut, bentuk kapsul spora, prestom, operculum dan kalipatra merupakan tanda-tanda pengenal yang penting.
Sporangium mempunyai kaki yang lebar serta hanya berupa lekukan antara kaki dari kapsul. Tidak dapat peristom pada kapsul.
Kulit batang sphasnum terdiri atas sel lapis, sel-sel yang telah mati dan kosong jaringan kulit bersifat sepperti spon, dapat menghisap banyak air, dinding-dinding yang membujur maupun yang melintangmempunyai liang-liang yang bulatjuga dalam daunya terdapat sel-sel yang menebal berbentuk cincin atau spiral dan merupakan ideobias dari sel-sel lainya yang membentuk susunan seperti jaka, terdiri atas sel-sel hidup, berbentuk panjang dan mengandung banyak klorofil, susunan yang merupakan aparat kapilar itu berguna untuk memenuhi keperluan akan air dan garam-garam makanan.
Cabang-cabang batang ada yang mempunyai bentuk dan warna khusus yaitu cabang yang menjadi pendukung atas sel-sel kelamin. Cabang-cabang ♂ mempunyai anteridium yang bulat dan bertangkai di ketiak-ketiak daunya. Cabang ♀ mempunyai arkegonium pada ujungnya, cabang pendukung arkegonium itu tidak mempunyai sel pemula yang berbentuk limas pada ujungnya, jadi seperti lumut hati berbeda pada lumut daun pada umumnya sporogonium hanya membentuk tangkai pendek dengan kaki yang membesar dan sampai lama diselubungi oleh dinding arkegonium, akhirnya dinding arkegonium itu pecah pada kaki sporogonium. Kapsul spora berbentuk bulat didalamnya terdapat kolumela berbentuk setengah bola yang diselubungi oleh jaringan sporogen. Arkespora pada sphagnum tidak berasal dari endotesium, tetapi berasal dari lapisan terdalam amfitesium, kapsul spora mempunyai tutup yang akan membuka, jika spora sudah masak, sporogonium dengan kakinya yang melebar dan merupakan taustorium terdapat dalam suatu perpanjangan ujung batang. Sehabis pembuahan kaki lalu memanjang seperti dan dinamakan pseudopodium. Contoh, lumut gambut ialah sphagnum fimoriatum.
Dalam Taksonomi Bryales berdasarkan sifat-sifat peristomnya sebagai berikut.
1.      Arthrodonteae
Gigi pristom tipis seperti selaput, berasal dari satu lapis sel Sporogonium, gigi-gigi mempunyai garis melintang dan bersendi.
Arthrodonteae dibedakan lagi dalam dua kelompok yaitu Eubryause Acrocarpi dan Eubryales Pleurocarpi.
Dalam Eubryales Acrocarpi termasuk antara lain suhu Rhizogoniaceae, termasuk dalam jenis-jenis lumut yang sieterogen dengan perkembangan yang berbeda-beda, sering kali hanya mempunyai satu peristom, dan sering kali Asimetrik, kapsul spora tegak dan simetrik contoh marga Rhizogonium, suku Funariaceae : Funaria higrometrica.
Dalam kelompok Eubryales Pleurocarp termasuk antara lain suku Hypnodendraceae, habitusnya seperti pohon kecil, batang primer merayapseperti rimpang, batang-batang sekunder berkayu, kapsul spora agak besar, contoh-contohnya Hypnodendron reinwardhi.

2.      Nematodonteae
Gigi priston terdiri atas sel-sel utuh tidak bergaris-garis didalamnya tergolong suku Polytrichacea, lumut yang umurnya lebih dari setahun, daun-daun sempit pada sisi perut tulang daun sering kalui terdapat lamela yang membujur, kapsul spora tegak atau mendatar.

B.     Peranan Musci
Ø  Manfaa tumbuhan lumut
Tumbuhan lumut tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia , tetapi ada spesies tertentu yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk “mengobati hepatitis”, yaitu Marchantia polymorpha. Selain itu jenis – jenis lumut gambut dari genus sphagnum dapat digunakan sebagai “pembalut atau pengganti kapas”.Ada juga yang dimanfaatkan sebagai ornamen tata ruang. Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.

Tumbuhan lumut yang tumbuh di lantai hutan hujan membantu menahan erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menyerap air pada musim kemarau


 
DAFTAR PUSTAKA




disusun oleh:
 
1.      SITI MAS MUNIROH (2009 B)
2.      SINTA (2009 B)
3.      ROSIANA (2009 B)
4.      LENI MASLAHAH (2009 B)
5.      FAIZAH ASSAIDAH HASAN (2009 B)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS